Maafkan aku yang kini mulai terjatuh.
Bukan, bukan pada rupa! Pun pada sikapmu..
Hanya saja aku jatuh terlalu dalam pada goresan diksi mu..
Diksi mu mengantrkan sejuta rasa yang entah mengapa tak dapat ku definisikan..
Lucu? Entah! Aneh? Memang iya!
Bahkan kata cinta yang menurut mereka adalah ungkapan rasa tertinggi pun tak sanggup memberiku gambaran rasa yang muncul karena diksimu..
Kau boleh terbahak! Karena akupun sebenarnya iya!
Tapi tolong, setelah itu izinkan aku kembali hanyut dan tenggelam dalam diksi mu yang candu..
♥ Nanii Syahriani Nas ♥ Follow me on twitter and instagram ~> @nasyahnas contact me: nanisyahriani@gmail.com
Selasa, 27 Oktober 2015
Selasa, 04 Desember 2012
Cerpen - Elegi Senja
Dibawah naungan sang senja, nampak seorang gadis duduk termenung di bawah pohon akasia yang rindang. Angannya menerawang ke masa tujuh tahun silam. Disini, ditempat ini terkubur jutaan kenangan masa kecilnya bersama bayang-bayang seorang anak laki-laki yang tersenyum ramah. Sosok yang selama ini menghiasi bunga tidurnya, yang selalu memberinya alasan untuk tetap menunggu walau waktu terus bergulir.
“Ra, kamu masih disini? Sebentar lagi akan gelap! Sampai kapan kamu akan menunggu sesuatu yang tidak pasti akan datang?” suara seseorang menyadarkan Tiara dari lamunannya.
“Entahlah Ren, tapi hatiku tetap yakin bahwa Ozy akan datang! Ini sudah 7 tahun berlalu sejak dia pergi. Aku yakin bahwa Ozy akan menepati janjinya untuk datang menemuiku!”
Rendy mendesah panjang. Sulit rasanya untuk menyadarkan Tiara dari mimpi masa kecilnya. Bayangan Fauzi sepertinya terlalu berbekas dalam benak gadis cantik yang ada dihadapannya sekarang. Rendy sudah berusaha untuk membuat Tiara sejenak berpaling dari sosok sahabat masa kecilnya itu, tapi ternyata seorang Rendy yang setiap saat ada di dekatnya pun tidak mampu walau sekedar hanya menggantikan setengah posisi Fauzi di hati Tiara.
Tiara kembali hanyut dalam memori masa kecilnya. Tujuh tahun silam, waktu itu mereka masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar. Tiara dan Fauzi selalu terlihat bersama. Dimana ada Tiara, disampingnya pasti ada sosok Fauzi, begitupun sebaliknya. Keceriaan selalu menghiasi wajah cantik Tiara. Namun keceriaan itu tiba-tiba lenyap, menghilang seiring dengan kepergian Fauzi yang mendadak. Fauzi dan keluarganya harus pindah ke Paris lantaran ayahnya dipindahtugaskan ke sana. Fauzi pun tidak sempat berpamitan pada Tiara karena pada saat itu Tiara dan keluarganya sedang berlibur ke puncak. Hanya sepucuk surat yang ia titipkan pada satpam rumah Tiara. Dan kini, tujuh tahun setelah kepergian Fauzi, Tiara masih tetap menunggu. Ia percaya bahwa Fauzi akan kembali, seperti yang tertulis dalam suratnya.
“Ra, stop membuat diri kamu tersiksa! Ozy tidak akan tenang jika kamu tetap bersikap seperti ini! Kasihan Ozy! Kamu juga harus memikirkan dia Ra!”, Rendy dengan spontan membentak Tiara.
“Maksud kamu apa Ren? Kamu tahu apa tentang Ozy? Kamu bahkan tidak mengenal dia! Kamu hanya mendengar namanya dari cerita-ceritaku!”.
“Banyak hal yang tidak kamu ketahui di dunia ini Ra! Jadi stop merasa bahwa kamu adalah orang yang paling merana karena ditinggalkan oleh sahabatmu! Ada saatnya kamu akan mengetahui semuanya! Tapi tidak untuk sekarang!”, Rendy bergegas meninggalkan Tiara yang masih diam termangu merenungi kata-kata yang ia lontarkan barusan.
***
Seminggu setelah kejadian itu, baik Tiara maupun Rendy tidak saling menghubungi satu sama lain. Bahkan untuk saling menanyakan kabar pun tak pernah. Rendy sibuk dengan organisasi eksternal kampusnya, sedangkan Tiara masih sibuk berkutat dengan memorinya. Teman-teman mereka banyak yang heran dengan pemandangan baru yang tersuguhkan di depan mereka. Tiara dan Rendy yang nyaris tidak pernah terpisahkan, sudah seminggu ini tidak pernah lagi terlihat bersama. Hingga suatu hari, Tiara yang hendak masuk ke ruang perpustakaan tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang.
“Kalau jalan lihat-lihat dong! Semua berkas saya jadi berantakan begini kan!”, orang yang ditabrak Tiara marah sambil berusaha mengumpulkan semua berkasnya yang berceceran tanpa memperhatikan siapa yang menabraknya.
“Rendy! Maaf Ren, aku ga sengaja! Kamu baik-baik saja kan? Biar aku bantu membereskan berkasmu!” Tiara merasa bersalah dan membantu Rendy mengumpulkan kertas yang berserakan di sekitarnya.
“Tidak perlu Ra, aku bisa sendiri! Terima kasih untuk niatmu membantu. Aku pergi dulu ya? Aku harus masuk kelas, takut terlambat.” Rendy tersenyum manis ke arah Tiara.
Sepeninggal Rendy, Tiara melihat sebuah buku tidak jauh dari tempatnya berdiri. Dahi Tiara berkerut sembari memungut dan mengamati buku tersebut. Disampul depannya tertulis nama Rendy Prasetya. Tiara langsung menyadari bahwa itu adalah buku diary milik Rendy. Dia berniat memasukkan buku itu ke dalam tas miliknya, namun tiba-tiba sebuah kertas melayang terjatuh dari dalam buku tersebut.
Sepertinya itu adalah sebuah surat, terlihat dari bentuknya yang terlipat dan ada sepucuk amplop yang ikut terjatuh bersama dengan kertas tersebut. Ada rasa penasaran dalam benak Tiara. Dia hendak mengurungkan niatnya untuk membaca surat tersebut kalau saja dia tidak melihat nama pengirimnya. Tiara tersentak! Ada nama Fauzi Adriansyah tertera di amplop surat itu. Bukankah itu nama seseorang telah lama ia nantikan kehadirannya. Ingin rasanya Tiara membaca surat itu saat itu juga, tapi ia mengurungkan niatnya dan segera pulang ke rumah.
***
Setelah mandi dan berganti pakaian, Tiara segera mengunci pintu kamarnya. Ia tidak ingin diganggu oleh siapapun ketika membaca surat yang ia temukan di dalam diary milik Rendy. Tiara menganga tidak percaya. Ternyata benar surat itu dari Ozy, sahabatnya yang selama ini ia nantikan kehadirannya.
Dear Tiara,
Hai ra, apa kabar kamu?
Tidak terasa sudah 5 tahun kita tak bersua.
Ozy kangen banget sama sama Ara.
Ozy cuma ingin memberi tahu Ara kalau seminggu lagi Ozy akan kembali ke Indonesia.
Dan orang pertama yang sangat ingin Ozy temui adalah Ara!
Kita bertemu di taman kenangan kita ya? Tanggal 17 Juni 2009 Tepat pukul 17.00 sore!
Sampai ketemu ya Ra!
-Fauzi-
17 Juni 2009? Bukankah itu 3 tahun yang lalu? Air mata Tiara sudah tak dapat terbendung lagi! Tiara tidak habis pikir, mengapa surat yang ditujukan kepadanya ada di dalam diary milik Rendy? Apa yang sebenarnya terjadi? Tanda tanya itu terus berputar dalam benak Tiara hingga mengantarkannya menuju rasa kantuk.
***
Rumah itu terlihat lengang. Hanya sebuah motor sport berwarna hijau yang terlihat terparkir rapi di pelataran rumah luas dengan desain klasik itu. Tiara bergegas menuju taman belakang rumah itu. Dia tahu bahwa saat itu Rendy pasti sedang berada disana untuk bermain bersama kucing angora kesayangannya.
“Rendy! Apa maksud ini semua?” tanpa basa-basi Tiara langsung melemparkan surat itu ke wajah tampan Rendy.
“Ini.. ini bukan apa-apa Ra!” Rendy terlihat sangat terkejut dengan kedatangan Tiara.
“ kamu mau berkelit Ren? Apa bukti itu belum cukup? Aku butuh penjelasan dari kamu! Sekarang Ozy dimana? Kenapa kamu tidak pernah memberi tahu ku sebelumnya?”. Tiara terlihat berapi-api.
Wajah tampan Rendy masih tak mampu menutupi keterkejutannya. Lidahnya kelu, sulit untuk berkata. Rendy hanya beranjak dari tempatnya berdiri terpaku tadi, menuju kedalam rumah. Tidak lama kemudian dia muncul lagi. Tapi kali ini tidak dengan tangan kosong, sebuah koran yang nampak lusuh berada dalam genggamannya.
“Itu apa Ren? Aku butuh penjelasan tentang Ozy, bukan koran itu!”, Tiara tak mengerti maksud Rendy.
“Jawaban yang kamu inginkan ada di koran ini Ra! Kalau kamu ingin tahu tentang Ozy-mu itu, silahkan baca sendiri koran ini!”, kata Rendy sambil mengulurkan koran yang ada dalam genggamannya ke arah Tiara.
Sebuah judul pemberitaan terpampang dengan jelas dihadapan Tiara.
“PESAWAT AIR FRANCE DENGAN RUTE
PARIS-JAKARTA JATUH KE LAUT,
DIPASTIKAN SEMUA PENUMPANG TEWAS.”
Tiara shock! Ini bagaikan petir disiang bolong yang menyambarnya berulang-ulang.
“Tidak! Kamu tidak akan bilang kalau ini pesawatnya Ozy kan? Ozy masih hidup kan? Ozy pasti kembali kesini buat aku! Kamu jangan mencoba membodohiku Ren! Tidak akan bisa!” Tiara berteriak histeris.
“Tapi itu kenyataannya Ra! Ozy menitipkan surat itu padaku 3 tahun yang lalu, seminggu sebelum dia kembali ke Indonesia. Aku mencari alamat rumahmu sesuai dengan yang di berikan olehnya tapi ternyata kamu dan keluargamu telah pindah. Sampai akhirnya aku tak berhasil menyampaikan surat dari Ozy kepadamu tepat waktu! Hingga pesawat yang ditumpangi Ozy jatuh ke laut lepas, aku merasa punya hutang janji padanya. Aku terus mencarimu dan akhirnya berhasil! Tapi kemudian aku tak tega melihatmu yang selalu berharap dapat bertemu lagi dengan Ozy! Dan kemudian aku mengambil keputusan untuk tetap membiarkanmu dengan kenangan-kenangan indahmu dengannya, dan aku akan berusaha membuatmu perlahan dapat membuka mata dan tidak terlalu berharap akan kehadiran Ozy! Dan bila saat itu tiba, aku akan segera memberitahu mu tentang kenyataan sebenarnya. Aku hanya menunggumu untuk siap mendengarnya Tiara! Hanya itu!”, Rendy menatap tajam mata Tiara sambil mengguncangkan tubuh gadis itu.
“Bohong! Aku tak percaya padamu Rendy! Terlalu banyak kebohongan dibalik persahabatan kita selama ini! Lebih baik aku pergi menyusul Ozy! Dia pasti kesepian disana!”, Tiara makin histeris, tangisannya meraung-raung.
“Stop berbicara tak jelas seperti itu Tiara! Di dunia ini masih banyak yang menyayangimu sepenuh hati! Ayah, ibu dan kakakmu akan menderita kalau kamu tega meninggalkan mereka hanya karena Ozy!”, Rendy membentak Tiara.
“Apa peduli kamu? Kamu hanya orang asing yang hadir diantara aku dan Ozy! Kamu orang asing yang membuatku tak mengetahui kepergian sahabatku yang ternyata sudah lama berselang! Kamu orang terjahat yang pernah aku temui Ren! Aku benci padamu!”, Tiara sudah tidak dapat lagi mengontrol kata-katanya.
Plakk!! Refleks tangan Rendy bergerak cepak ke arah pipi Tiara. Pipi Tiara perih dan memerah. Betul-betul sakit rasanya, hingga membuat Tiara mengeluarkan air mata. Tapi Tiara lebih merasakan rasa sakit itu dibagian kiri dadanya. Jauh kedalam dirinya. Bukan dihatinya. Bukan pada organnya, tetapi pada perasaannya. Perasaannya tersakiti begitu dalam. Tak pernah ia menyangka sahabatnya berlaku seperti ini padanya. Tak sedikit pun.
***
Minggu yang mendung. Semendung wajah Tiara yang sedari pagi tak menampakkan seulas senyum sedikit pun. Bahkan matanya terlihat sembab. Semua orang yang melihat pasti langsung menyadari bahwa Tiara baru saja menguras habis air matanya. Masih teringat jelas bagaimana Rendy menampar wajahnya kemarin. Rasa pedihnya pun masih terasa.
Di halaman terdengar raungan sepeda motor. Tiara sangat mengenal deru motor itu! Ya, tidak salah lagi, itu bunyi motor milik Rendy. Tiara bergegas menuju kamarnya untuk menghindari sahabatnya itu. Namun, sebelum dia sampai ditangga, Rendy sudah berdiri di pintu pembatas ruangan yang tak jauh dari tempat Tiara berdiri.
“Kamu mau kemana Ra? Mau menghindari aku? Sahabatmu ini datang dengan niat baik ingin meminta maaf padamu untuk kesalahan yang sebenarnya tak pernah terlintas dalam benakku!”, Rendy menarik lengan Tiara.
“Sahabat? Kamu dengan mudahnya menyebut kata sahabat? Sahabat macam apa yang tega menyimpan rahasia besar dari sahabatnya sendiri selama bertahun-tahun? Kamu bahkan tidak pantas untuk kusebut sahabat! Lebih baik kamu pergi dari sini, pergi dari hidupku! Anggap saja kita tak pernah kenal sebelumnya!”.
“Itukah yang kamu inginkan Ra? Baiklah kalau itu maumu! Tapi jangan ada sedikitpun penyesalan jika suatu saat aku benar-benar pergi dan tidak akan kembali!”. Rendy membentak Tiara lalu bergegas meninggalkan rumah gadis itu dengan kecepatan tinggi.
Tiara terpekur. Dia tak tahu mengapa kata-kata itu terlontar dengan mudah dari bibirnya? Sungguh, Tiara dapat bersumpah demi apapun bahwa kata-kata itu tidaklah mewakili isi hatinya. Satu jam sudah dia menangis di tempat yang sama. Belum terbersit di benaknya untuk meninggalkan tempat tersebut. Tidak lama berselang, terdengar deringan telepon dari ruang keluarga. Tiara melangkah enggan.
“Assalamu ‘alaikum, disini kediaman keluarga Pradipta. Ada yang bisa dibantu?”, Tiara mencoba ramah.
“Tiara, ini Rangga kakaknya Rendy. Kakak cuma mau memberitahu kamu bahwa Rendy mengalami kecelakaan setelah kembali dari rumah kamu. Kamu yang tabah ya? Rendy sudah meninggalkan kita semua”, suara di seberang sana terdengar sedikit terisak.
Tiara kaget! Tidak menyangka semua kata-kata yang terlontar tadi menjadi kenyataan. Tak berselang lama kemudian, Tiara lalu jatuh pingsan.
***
Ditempat yang sama dengan sore-sore sebelumnya. Tiara kembali terlihat dibawah rindangnya pohon akasia. Merenungi kepergian dua orang terpenting di hidupnya. Kepergian yang tidak pernah dia pikirkan sebelumnya. Kepergian yang mungkin akan terus menghadirkan elegi di senja-senja selanjutnya.
-SELESAI-
Minggu, 25 Maret 2012
Lirik Lagu: Colafloat - Gadis di Ujung Sana
sepenuh hati tlah kujalani tuk mendapatkan kamu
tlah kulalui hari yang sepi tanpa balas darimu
hingga suatu hari, ku bertemu dengannya
siapakah dia ada disana
hati ini bertanya-tanya
ku jatuh cinta pada dirinya
inginku dekat dengannya
siapakah dia duduk disana
cantik indah manis wajahnya
akankah kita terus berjumpa
menjalin cinta bersama
tak ku sesali semua kenangan saat ku sayang kamu
walau tersisa setengah hati aku terus mencari
hingga suatu hari ku bertemu dengannya
siapakah dia ada disana
hati ini bertanya-tanya
ku jatuh cinta pada dirinya
inginku dekat dengannya
siapakah dia duduk disana
cantik indah manis wajahnya
akankah kita terus berjumpa
menjalin cinta bersama
siapakah dia ada disana
hati ini bertanya-tanya
ku jatuh cinta pada dirinya
inginku dekat dengannya
siapakah dia duduk disana
cantik indah manis wajahnya
akankah kita terus berjumpa
menjalin cinta bersama
tak kusesali semua kenangan saat kusayang kamu
tlah kulalui hari yang sepi tanpa balas darimu
hingga suatu hari, ku bertemu dengannya
siapakah dia ada disana
hati ini bertanya-tanya
ku jatuh cinta pada dirinya
inginku dekat dengannya
siapakah dia duduk disana
cantik indah manis wajahnya
akankah kita terus berjumpa
menjalin cinta bersama
tak ku sesali semua kenangan saat ku sayang kamu
walau tersisa setengah hati aku terus mencari
hingga suatu hari ku bertemu dengannya
siapakah dia ada disana
hati ini bertanya-tanya
ku jatuh cinta pada dirinya
inginku dekat dengannya
siapakah dia duduk disana
cantik indah manis wajahnya
akankah kita terus berjumpa
menjalin cinta bersama
siapakah dia ada disana
hati ini bertanya-tanya
ku jatuh cinta pada dirinya
inginku dekat dengannya
siapakah dia duduk disana
cantik indah manis wajahnya
akankah kita terus berjumpa
menjalin cinta bersama
tak kusesali semua kenangan saat kusayang kamu
Rabu, 25 Januari 2012
Cewek-Cewek Dibalik Lagu Kevin Vierra
hei hei hei.. gue balik lagi setelah sekian lama cuti! ha ha haa..
kali ini gue bakal nge-share fact dibalik lagu-lagu kerennya kak Kevin Aprilio atau yang lebih akrab di panggil KEVIN VIERRA!
siapa yang ga kenal dia? kalo ga kenal bener-bener keterlaluan deh!!
cowok keren ini adalah punggawa dari Aprilio Kingdom, personil Vierra dan sekaligus produser girlband yang namanya PRINCESS.
cowok keren ini juga terkenal karena lagu-lagunya yang keren bangettt!! lagunya beneran ngena dihati, easy listening dan pastinya anak muda bangett!!
selama ini pasti fans-nya kevin khususnya Vierrania pasti penasaran kan siapa cewek-cewek yang ada dibelakang lagu-lagunya kak Kevin? beberapa waktu yang lalu Kevin sempet nge-tweet cewek-cewek 'beruntung' itu!
ini dia beberapa nama cewek dibalik lagu-lagu Kevin (sekaligus fotonya):
kali ini gue bakal nge-share fact dibalik lagu-lagu kerennya kak Kevin Aprilio atau yang lebih akrab di panggil KEVIN VIERRA!
siapa yang ga kenal dia? kalo ga kenal bener-bener keterlaluan deh!!
cowok keren ini adalah punggawa dari Aprilio Kingdom, personil Vierra dan sekaligus produser girlband yang namanya PRINCESS.
cowok keren ini juga terkenal karena lagu-lagunya yang keren bangettt!! lagunya beneran ngena dihati, easy listening dan pastinya anak muda bangett!!
selama ini pasti fans-nya kevin khususnya Vierrania pasti penasaran kan siapa cewek-cewek yang ada dibelakang lagu-lagunya kak Kevin? beberapa waktu yang lalu Kevin sempet nge-tweet cewek-cewek 'beruntung' itu!
ini dia beberapa nama cewek dibalik lagu-lagu Kevin (sekaligus fotonya):
1. "Dengarkan Curhatku" saya ciptakan utk 'Paola Tobing'
dulu kalo dia lg mrh sm saya ia genksi utk menyatakan perasaan cinta
@PaolaTobing
2. "Perih" Sy ciptakan utk 'Paola Tobing' karena
kita putus. yaaa hati saya jadi perih
3. "Terbang" Sy ciptakan utk 'Paola Tobing' krn dia
mao UAN, saya bikin tentang semangat dia yg ingin mengembangkan sayapnya!
4. "Rasa Ini" Saya Ciptakan utk 'Pevita Pearce dan
Raka Cyril' ermhhh... intinya Raka adalah sahabat sy bgt10x
@pevpearce
5. "Hidup dan Matiku" Saya Ciptakan utk 'Karina
Nadila' Mantan saya yg satu ini ktinggalan HP dan ngmng 'Hidup matiku tuh!'
6. "Bersamamu" Saya Ciptakan utk 'Raisa' Lagu ini
lagu persahabatan kita waktu jaman penyanyinya Raisa
@raisa6690
7. "Terlalu Lama" Saya ciptakan utk 'Asmirandah' hmmm...
hubungan yang gantung tp membuahkan lagu
8. "Seandainya" Saya ciptakan utk 'Nena Tohir' krn
dia punya rencana ninggalin saya keluar negri, menembus awan (pdhl gk jd)
9. "To: Nessa" Saya Ciptakan utk 'Nessa Diandra'
sy sama skali blom prnh kenalan sih sama dia. tapi dagu dia panjang sy suka
10. "Cathy Sharon" Saya Ciptakan utk 'Cathy
Sharon' kisah remaja yang menggebu-gebu dengan romansa kakak adik
11. "Tears" Widy yg ciptain ... kyknya sih buat
Onad. hehe peace wid ^^v
12. "Bintang" Saya Ciptakan utk 'Paola Tobing'
karena stiap malam kita suka cari tempat yg bisa lihat bintang
13. "Kepergianmu" Saya ciptakan utk 'Reyca moloek'
lagi2 wanita yang akan meninggalkan saya ke Luar negri
14. "Jangan Pergi" Saya ciptakan utk 'Cininta
Setyami / Cita' hehe dah gk mungkin balik sih, tapi Alhamdulillah jadi lagu
15. "Cantik" Saya ciptakan untuk 'Ibu Acin' hihi
bos Musica Studio ini cantik dari dalam dan luar. blajar jd producer dr dia
16. "Kesepian" Saya ciptakan utk 'Cita' karena sy ditinggal
kuliah terus pas saya lg libur -_-
17. "Don't Cry" Saya ciptakan utk 'Widy Nichlany'
karena saya janji sama saya sndiri, saya gak bakal ninggalin dia #apriliostory
18. "Pertanda Cinta" Saya ciptakan utk 'Paola
Tobing' pertama kali saya dipeluk dari belakang sama wanita
19. "Manusia" Saya ciptakan utk 'Saya Sendiri' dulu
saya punya mantan (lupa yg mana) intinya dia yg trus ingetin sy sholat
20. "Jadi yang Kuinginkan" Saya ciptakan utk 'org2
yang jomblo' hehe gk smua lagu hrs karena kisah romansa sy jg sih
21. "Semua tentangmu" Lagu ini Raka yang
ciptain... pssstt (bisik2) kyknya sih buat Celline
22. "No!" Saya ciptakan utk 'Paola Tobing' wkt
baru jadian nih, jadi lagunya lagu upbeat. hati berdebar-debar
23. "Deg-Degan" Raka yang ciptain nih! Pastinya
dia lagi nostagia dengan masa SMA nya
tapi inti dr smua ini, lagu saya pasti ada maknanya. saya
tidak bisa bikin lagu tanpa disakiti atau dibikin senang.
Sy ingin mengucapkan trm ksh utk wanita2 yang telah
memberikan aura pd lagu saya sehingga dpt menghibur masyarakat Indonesia
Senin, 19 Desember 2011
Lirik lagu: Cherrybelle - Best Friend Forever
kita kan slalu bersama dalam suka duka
berbagi segalanya
disaat ku termenung kau datang bawa ceria
disaaat ku bahagia kau jaga penuh hatiku
apapun kisahku kamu ada untukku
hanya kaulah sahabat sejatiku
kita kan slalu bersama dalam suka duka
berbagi segalanya tak terpisahkan
hanya kau yang ada di hatiku
kita kan slalu bersama gapai semua cita
dan meraih dunia walau badai menghadang
tak akan kita terluka
'cause ur my best friend forever
berbagi segalanya
disaat ku termenung kau datang bawa ceria
disaaat ku bahagia kau jaga penuh hatiku
apapun kisahku kamu ada untukku
hanya kaulah sahabat sejatiku
kita kan slalu bersama dalam suka duka
berbagi segalanya tak terpisahkan
hanya kau yang ada di hatiku
kita kan slalu bersama gapai semua cita
dan meraih dunia walau badai menghadang
tak akan kita terluka
'cause ur my best friend forever
Langganan:
Postingan (Atom)











