Maafkan aku yang kini mulai terjatuh.
Bukan, bukan pada rupa! Pun pada sikapmu..
Hanya saja aku jatuh terlalu dalam pada goresan diksi mu..
Diksi mu mengantrkan sejuta rasa yang entah mengapa tak dapat ku definisikan..
Lucu? Entah! Aneh? Memang iya!
Bahkan kata cinta yang menurut mereka adalah ungkapan rasa tertinggi pun tak sanggup memberiku gambaran rasa yang muncul karena diksimu..
Kau boleh terbahak! Karena akupun sebenarnya iya!
Tapi tolong, setelah itu izinkan aku kembali hanyut dan tenggelam dalam diksi mu yang candu..