Enyahkan sakit yang jadi belenggu
Enyahkan rasa yang mengendap di kalbu
Enyahkan asa yang sempat jadi tuju
Enyahkan dirimu dari relung jiwaku
Aku pernah menaruh percaya pada angan kita
Lalu jatuh; terpecah dan tak lagi sama
Aku pernah terlalu mencinta
Lalu kemudian jatuh terluka
Salahkah aku yang terlalu cinta?
Salahkah aku yang mendamba cinta?
Salahkah aku yang merajut angan semata?
Ataukah memang dirimulah yang tak peka
Ajarkanku lupa
Demi nyaman yang kau damba
Bantu aku ikhlas
Karena rasaku tak lagi berbalas!
Makassar, 29 Desember 2015
♥ Nanii Syahriani Nas ♥ Follow me on twitter and instagram ~> @nasyahnas contact me: nanisyahriani@gmail.com
Selasa, 29 Desember 2015
Kamis, 17 Desember 2015
teruntuk kamu, HMN
Pergilah, jika ikatan itu mulai rapuh
Pergilah, jika ada ikatan baru yang menanti dengan sejuta warna indah disetiap temalinya
Tinggalkan, bila kau rasa itu lantas
Tinggalkan, jika kau merasa ada yang lebih pantas
Aku bukan apa-apa; pun juga bukan siapa-siapa yang berhak menahanmu
Izinkanku untuk sehari saja mengenangmu sebagai seorang yang pernah singgah; bahkan bertahta
Izinkanku menilik kembali segala kisah dan pengharapan yang harus kuhempas keras; sekeras niatmu untuk menjauh
Terimakasih untuk pelajarannya;
Bahwa tentang cinta dan hubungan, tidak akan bisa berhasil jika hanya satu sisi yang berusaha mengikat temali, sedang sisi yang lain berusaha untuk melepas; bahkan memutus, lalu membuang temali itu di tempat terendah; tempat sampah, bahkan jurang?
Kita pernah bersama,
tertawa untuk hal yang tak perlu untuk ditertawakan
Terlena untuk semua asa yang tak terarah
Kecewa untuk hal yang tak perlu dijadikan beban
Lalu sekarang aku disini; menguatkan hati untuk hari esok
Tak ada penyesalan untuk apa yang terjadi, toh wajahmu masih akan kulihat; pun suaramu pastilah masih akan menggema
Hanya saja, caramu mengakhiri ini yang membuatku merasa tak berharga.
Bantu aku bersikap biasa,
Bantu aku mengeringkan luka,
Bantu aku lebih dewasa,
Meski caramu menjauh sama sekali tak dewasa
Aku menaruh harap pada persahabatan dan persaudaraan yang sempat kau tawarkan,
Tapi kemudian menjadi lebih sakit ketika tawaran itupun hanya ilusi.
Maafkan atas semua hal yang selama ini mungkin tak kau sukai; tapi itulah cerminan ketulusanku.
aku hanya ingin menagih janji persaudaraanmu, itu saja.
Meski kuyakin, itu takkan bisa kau tepati.
Bila kelak nanti kau butuh sesuatu, jangan sungkan menghubungiku.
Aku tetap disini; berdiri sebagai sahabat, saudara, atau apapun kau ingin menyebutnya :D
Palopo, 17 Desember 2015
Pergilah, jika ada ikatan baru yang menanti dengan sejuta warna indah disetiap temalinya
Tinggalkan, bila kau rasa itu lantas
Tinggalkan, jika kau merasa ada yang lebih pantas
Aku bukan apa-apa; pun juga bukan siapa-siapa yang berhak menahanmu
Izinkanku untuk sehari saja mengenangmu sebagai seorang yang pernah singgah; bahkan bertahta
Izinkanku menilik kembali segala kisah dan pengharapan yang harus kuhempas keras; sekeras niatmu untuk menjauh
Terimakasih untuk pelajarannya;
Bahwa tentang cinta dan hubungan, tidak akan bisa berhasil jika hanya satu sisi yang berusaha mengikat temali, sedang sisi yang lain berusaha untuk melepas; bahkan memutus, lalu membuang temali itu di tempat terendah; tempat sampah, bahkan jurang?
Kita pernah bersama,
tertawa untuk hal yang tak perlu untuk ditertawakan
Terlena untuk semua asa yang tak terarah
Kecewa untuk hal yang tak perlu dijadikan beban
Lalu sekarang aku disini; menguatkan hati untuk hari esok
Tak ada penyesalan untuk apa yang terjadi, toh wajahmu masih akan kulihat; pun suaramu pastilah masih akan menggema
Hanya saja, caramu mengakhiri ini yang membuatku merasa tak berharga.
Bantu aku bersikap biasa,
Bantu aku mengeringkan luka,
Bantu aku lebih dewasa,
Meski caramu menjauh sama sekali tak dewasa
Aku menaruh harap pada persahabatan dan persaudaraan yang sempat kau tawarkan,
Tapi kemudian menjadi lebih sakit ketika tawaran itupun hanya ilusi.
Maafkan atas semua hal yang selama ini mungkin tak kau sukai; tapi itulah cerminan ketulusanku.
aku hanya ingin menagih janji persaudaraanmu, itu saja.
Meski kuyakin, itu takkan bisa kau tepati.
Bila kelak nanti kau butuh sesuatu, jangan sungkan menghubungiku.
Aku tetap disini; berdiri sebagai sahabat, saudara, atau apapun kau ingin menyebutnya :D
Palopo, 17 Desember 2015
Langganan:
Komentar (Atom)