Pergilah, jika ada ikatan baru yang menanti dengan sejuta warna indah disetiap temalinya
Tinggalkan, bila kau rasa itu lantas
Tinggalkan, jika kau merasa ada yang lebih pantas
Aku bukan apa-apa; pun juga bukan siapa-siapa yang berhak menahanmu
Izinkanku untuk sehari saja mengenangmu sebagai seorang yang pernah singgah; bahkan bertahta
Izinkanku menilik kembali segala kisah dan pengharapan yang harus kuhempas keras; sekeras niatmu untuk menjauh
Terimakasih untuk pelajarannya;
Bahwa tentang cinta dan hubungan, tidak akan bisa berhasil jika hanya satu sisi yang berusaha mengikat temali, sedang sisi yang lain berusaha untuk melepas; bahkan memutus, lalu membuang temali itu di tempat terendah; tempat sampah, bahkan jurang?
Kita pernah bersama,
tertawa untuk hal yang tak perlu untuk ditertawakan
Terlena untuk semua asa yang tak terarah
Kecewa untuk hal yang tak perlu dijadikan beban
Lalu sekarang aku disini; menguatkan hati untuk hari esok
Tak ada penyesalan untuk apa yang terjadi, toh wajahmu masih akan kulihat; pun suaramu pastilah masih akan menggema
Hanya saja, caramu mengakhiri ini yang membuatku merasa tak berharga.
Bantu aku bersikap biasa,
Bantu aku mengeringkan luka,
Bantu aku lebih dewasa,
Meski caramu menjauh sama sekali tak dewasa
Aku menaruh harap pada persahabatan dan persaudaraan yang sempat kau tawarkan,
Tapi kemudian menjadi lebih sakit ketika tawaran itupun hanya ilusi.
Maafkan atas semua hal yang selama ini mungkin tak kau sukai; tapi itulah cerminan ketulusanku.
aku hanya ingin menagih janji persaudaraanmu, itu saja.
Meski kuyakin, itu takkan bisa kau tepati.
Bila kelak nanti kau butuh sesuatu, jangan sungkan menghubungiku.
Aku tetap disini; berdiri sebagai sahabat, saudara, atau apapun kau ingin menyebutnya :D
Palopo, 17 Desember 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar