tatkala mentari beranjak pulang ke peraduannya
termenungku menatap indah mega
kembali ku teringat akan manisnya kebersamaan
yang dulu selalu menghiasi hari kita
dulu kita bersama,
berbagi cerita, suka duka kehidupan
tertawa terbahak, menangis tersedu
semua itu kita lakukan bersama
kini kita terpisah
bukan, bukan jarak yang merintangi
tapi egolah yang menjadi musabab utama
yang selama ini membelenggu langkah kita
sudahlah, cukup sudah!
kini memang hanya penyesalan yang dapat kita tuai
Bubur pun takkan kembali jadi nasi lagi bukan?
maafkanku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar